BSA: Pembajakan di Asia Masih Serius

Senin, 26 April 2010 (dibaca 2064 kali)

Bertepatan dengan Hari Hak Kekayaan Intelektual sedunia, Business Software Alliance (BSA), sebuah organisasi internasional yang mengkampanyekan gerakan melawan software bajakan, mengimbau pemerintah di kawasan Asia untuk berbuat lebih banyak untuk melawan pembajakan.

"Pemerintah Asia harus berbuat lebih banyak, dan menciptakan lingkungan hukum yang kondusif agar perusahaan software lokal bisa bertahan," begitu pesan yang disampaikan oleh BSA, melalui rilis resminya yang diterima oleh VIVAnews Senin 26 April 2010.

Menurut studi yang dilakukan oleh BSA dan IDC, bertajuk Global Software Piracy Study, yang dirilis 2009, tingkat pembajakan rata-rata software di komputer pribadi di Asia, mencapai 61 persen, dengan kerugian yang mencapai lebih dari US$ 15 miliar atau sekitar Rp 135 triliun. 

Sementara data tahunan terbaru untuk studi ini baru akan keluar pada 11 Mei mendatang. Setidaknya, data di atas menunjukkan bahwa pembajakan masih menjadi masalah serius di kawasan ini.

Untuk itu, bersamaan dengan hari Hak Kekayaan Intelektual sedunia ini, BSA juga melakukan kampanye anti software bajakan dengan melansir video yang diposting di YouTube.

"Pembajakan adalah tantangan bersama bagi para pengembang software. Termasuk para pengembang di sini di Asia Pasifik," kata Robert Holleyman, Presiden dan CEO BSA, di video tersebut.

Dalam video tersebut, beberapa perusahaan software yang berasal dari Asia, termasuk Zahir International Indonesia, juga angkat bicara tentang masalah pembajakan yang merugikan mereka.

Menurut Muhammad Ismail, Direktur Zahir International Indonesia, ada dua jenis tipe pembajakan, yakni perseorangan yang biasa mendapatkan software bajakan dari pasar bebas, dan perusahaan yang sengaja menggunakan software bajakan untuk menjalankan roda bisnis mereka.

"Ada perusahaan yang bergerak secara profesional, dan mereka menggunakan software bajakan untuk mendapatkan income. Mereka mengkopi software ini dengan mudah, membeli satu tapi menggunakannya untuk sepuluh komputer. Perusahaan-perusahaan seperti inilah yang paling memberikan efek negatif bagi kita," kata Ismail.

Selanjutnya, Ismail mengharapkan adanya dukungan penuh dari pemerintah untuk memberantas pembajakan semacam ini. Hal serupa diutarakan oleh PV Ravindran, dari Astro-Vision, sebuah perusahaan software Astrologi asal India.

"Kami yakin perusahaan seperti kami hanya bisa bertahan bila ada lingkungan yang kondusif, tindakan dari pemerintah dan dukungan hukum bagi kami. Bila kita tidak bisa memerangi pembajakan, kami pasti akan tamat," kata Ravindran.
Sumber :http://teknologi.vivanews.com
Jambu biji memang tidak sepopuler jeruk atau semahal apel. Jika Anda berpikir jeruk adalah yang terbaik untuk vitamin C, Anda perlu mencoba jambu ...
(2014 hits) Selengkapnya »

...
(1988 hits) Selengkapnya »

...
(2016 hits) Selengkapnya »

Aktivis anak Seto Mulyadi, sempat kewalahan menanggapi keprihatinan dunia internasional terhadap Ardi Rizal, bocah 2 tahun asal Musi Banyuasin ...
(2464 hits) Selengkapnya »

Sebuah sungai raksasa, yang bahkan layak dinobatkan sebagai sungai keenam terbesar di dunia baru-baru ini ditemukan oleh ilmuwan Inggris. Yang ...
(2010 hits) Selengkapnya »

Daftar Kejuaraan yang diikuti pada tahun 2012 antara lain : Yanuar Ayu Widowati - Science Camp Math medali Perunggu Tingkat ...
(2070 hits) Selengkapnya »

Kegiatan setelah KBM selesai SMP Negeri 1 Karanganyar Mengisi dengan kegiatan Pelatihan komputer untuk Guru dan Karyawan. Kegiatan ini dapat ...
(2640 hits) Selengkapnya »

The 3rd National Science Olympiad SMP RSBI 2012, dilaksanakan dari tanggal 13 sd 16 Februari 2012 di Solo, diikuti Peserta sejumlah 2.338 ...
(3217 hits) Selengkapnya »

Hunting touris SMP Negeri 1 Karanganyar, diadakan  di Jogjakarta hari minggu tanggal 8 Agustus 2010, obyek yang dituju ...
(2387 hits) Selengkapnya »

Cheerleader SMP Negeri 1 Karanganyar mampu meraih prestasi di tingkat Propinsi Jawa Tengah. Hal ini dapat dibuktikan dengan menyabet Juara 2 ...
(2718 hits) Selengkapnya »

 
Optimized for 1024x768 resolution at:
           
©2012 All Rights Reserved.  •  Design by SMP Negeri 1 Karanganyar