Peneliti Kembangkan Teknologi untuk Robot SAR

Kamis, 10 Februari 2011 (dibaca 2044 kali)

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang paling banyak melanda Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Banyak bangunan yang roboh dan menimpa korban yang diperkirakan masih hidup dan menunggu pertolongan.

Namun, kadang kala tim Search and Rescue (SAR) tidak dapat mencapai titik tertentu dan menggunakan robot SAR untuk mencari korban sambil menurunkan risiko jatuhnya korban lain dari tim penyelamat.

Yang jadi masalah, mobilitas robot SAR terbatas. Meski robot sudah dipasangi kamera agar operatornya dapat memantau kondisi sekeliling robot itu dari jarak jauh, tetap saja kadang kaki-kaki robot tersebut tersangkut hingga menghentikan pergerakan yang menghambat proses pencarian korban.

Untuk itu, tim peneliti yang diketuai Abdul Muis dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia menggunakan metode yang disebut sebagai Haptics Tele-operation. Penggunaan metode ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan mobilitas robot SAR.

“Di sini, operator robot penyelamat tidak menggunakan remote control joystick, melainkan perangkat manipulator kecil,” kata Abdul, saat memaparkan hasil risetnya, 9 Februari 2011. “Manipulator kecil itu saling menyelaraskan posisi dengan roda atau kaki robot untuk menggerakkan motor baik pada manipulator dan robot,” ucapnya.

Dengan demikian, kata Abdul, ketika operator menggerakkan manipulator saat memandu pergerakan robot, ia akan merasakan sensasi tertahan jika roda atau kaki robot tersebut tersangkut sesuatu.

“Operator nantinya akan menggerakan manipulator tersebut hingga sensasi tersangkut itu hilang yang berarti kaki robot tersebut juga sudah lepas dari apapun yang menghambatnya,” ucap Abdul. “Teknik ini akan memperbaiki kemampuan mobilitas robot SAR,” ucapnya.

Dari pengujian, robot mampu mengikuti gerakan manipulator dengan selisih pergerakan kurang dari 7 derajat dengan pergerakan yang dilakukan operator jarak jauh, tergantung berapa cepat operator yang bersangkutan menggerakkannya.

Sebagai informasi, selama ini, robot jarak jauh umumnya hanya diprogram untuk melakukan gerakan-gerakan tertentu yang dipicu oleh joystick remote control. Manuver yang ia lakukan juga dibatasi oleh pilihan gerakan-gerakan yang telah ditanamkan padanya.


Sumber :http://teknologi.vivanews.com
Calon bayi di rahim mengirimkan sinyal pada ibunya bahwa dia dalam kondisi baik-baik saja. Caranya, dengan mengacungkan jempol. Marie Boswell ...
(2105 hits) Selengkapnya »

  Bagi pendiri Apple, Steve Jobs, salah satu rival terberat mereka saat ini adalah Google, dengan sistem operasi mobile Android yang ...
(2127 hits) Selengkapnya »

Twitter semakin populer. Sebagian besar penggunanya kini sudah mahir dan menguasai layanan Twitter. Mulai dari tweet, retweet, melampirkan foto, ...
(2103 hits) Selengkapnya »

Sebesar apa bila semua data di seluruh dunia disatukan? Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Martin Hilbert dan Proscilla Lopez dari ...
(2050 hits) Selengkapnya »

Tak bisa dipungkiri semakin hari perkembangan teknologi semakin canggih. Dulu, orang membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk mengirimkan sebuah ...
(2049 hits) Selengkapnya »

Outdoor Learning SMP Negeri 1 Karanganyar dilaksanakan di Kebun Teh Kemuning Ngargoyoso, Karanganyar Outdoor learning di Kemuning ...
(2377 hits) Selengkapnya »

Hunting touris SMP Negeri 1 Karanganyar, diadakan  di Jogjakarta hari minggu tanggal 8 Agustus 2010, obyek yang dituju ...
(2452 hits) Selengkapnya »

Daftar Kejuaraan yang diikuti pada tahun 2012 antara lain : Yanuar Ayu Widowati - Science Camp Math medali Perunggu Tingkat ...
(2110 hits) Selengkapnya »

Kegiatan setelah KBM selesai SMP Negeri 1 Karanganyar Mengisi dengan kegiatan Pelatihan komputer untuk Guru dan Karyawan. Kegiatan ini dapat ...
(2701 hits) Selengkapnya »

Bapak Kepala Sekolah menerima Throphy dari siswa yang ...
(2990 hits) Selengkapnya »

 
Optimized for 1024x768 resolution at:
           
©2012 All Rights Reserved.  •  Design by SMP Negeri 1 Karanganyar