Tanggapan Taiwan Mengenai Larangan Indomie

Rabu, 13 Oktober 2010 (dibaca 4497 kali)

Perwakilan pemerintah Taiwan membenarkan kabar bahwa Indomie untuk sementara waktu belum boleh beredar kembali di pasaran sampai ada hasil pengujian lebih lanjut terkait dengan penemuan bahan pengawet yang terlarang pada produk mi instan asal Indonesia itu. Namun, masalah Indomie itu tidak akan berdampak pada impor dan penjualan makanan-makanan asal Indonesia di Taiwan sejauh memenuhi persyaratan.

Demikian penjelasan Kantor Perwakilan Ekonomi dan Perdagangan Taiwan (TETO) di Jakarta. "Penarikan [produk Indomie] itu dilakukan oleh Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA), yang merupakan bagian dari Kementerian Kesehatan Taiwan," kata Deputi Kepala TETO di Jakarta, Chen Win-ping, dalam penjelasan kepada VIVAnews, Rabu 13 Oktober 2010. 

Menurut Chen pelarangan produk Indomie di pasaran Taiwan tetap berlangsung dan "tergantung pada hasil pengujian produk yang ditarik tersebut."

Namun, Chen menegaskan bahwa produk makanan asal Indonesia yang bermasalah untuk saat ini hanya ditemukan pada produk Indomie dan tidak berdampak ke produk lain. "Ini hanyalah isu tunggal menyangkut Indomie, karena sebagian besar produk Indomie yang beredar di pasar gagal memenuhi standar," kata Chen.    

"Masalah ini tidak akan berdampak pada impor dan penjualan makanan-makanan asal Indonesia lainnya di Taiwan yang memenuhi persyaratan keselamatan," lanjut Chen.

Dia mengungkapkan bahwa pihak Indofood sebagai produsen Indomie telah mengirim utusan ke Taiwan untuk bekerjasama dengan otoritas yang berwenang untuk mengatasi masalah penarikan produk itu. Chen menegaskan bahwa masalah ini semata-mata karena Indomie tidak memenuhi persyaratan standar yang ditetapkan pemerintah Taiwan.

Pada Jumat pekan lalu Taiwan mengumumkan penarikan produk Indomie dari pasaran karena mengandung bahan pengawet terlarang, yaitu methyl p-hydroxybenzoate dan benzoic acid. Di Taiwan, bahan itu hanya boleh digunakan untuk produk kosmetik, bukan makanan seperti mi instan.
Sumber :http://dunia.vivanews.com
Modus kekerasan terhadap anak di Indonesia masuk dalam kategori paling sadis di dunia. Dari mulai penjualan untuk dijadikan budak seks, sampai ...
(4429 hits) Selengkapnya »

Lapisan es di Greenland dan Antartika ternyata mencair dengan akselerasi yang lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini terungkap ...
(4416 hits) Selengkapnya »

Saat akan tinggal landas dan akan mendarat, burung mengepakkan sayapnya dengan cepat. Meski tidak terlalu intens seperti saat akan terbang ...
(4428 hits) Selengkapnya »

Pendiri facebook, Mark Zuckerberg mengungkapkan pernah bertanya pada Steve Jobs, tentang seperti apakah tim berkualitas dan produk-produk yang ...
(4419 hits) Selengkapnya »

Penasehat Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Hakim Sorimuda Pohan, mengingatkan para ayah perokok agar berhati-hati ketika ...
(4425 hits) Selengkapnya »

SMP Negeri 1 Karanganyar mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan yang diikuti oleh siswa-siswi yang termasuk dalam pengurus dan anggota ...
(4477 hits) Selengkapnya »

Daftar prestasi siswa SMP Negeri 1 Karanganyar tahun 2011 antara lain : Prisma Cahyaning Ratri - Olimpiade Sains RSBI peringkat 2 ...
(4448 hits) Selengkapnya »

Olimpiade MIPA SD/MI Se-Kabupaten Karanganyar diselenggarakan tanggal 24 Maret 2012 di SMP Negeri 1 Karanganyar. Jumlah Pendaftar keseluruhan 750 ...
(4448 hits) Selengkapnya »

Untuk meningkatkan Manajemen dalam Pengimplementasian program RSBI, SMP Negeri 1 Karanganyar berusaha menjalin kerjasama (sister school) dengan ...
(4460 hits) Selengkapnya »

Dalam Rangka HUT PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Kabupaten Karanganyar mengadakan Jalan Santai dengan Start dari Alun-alun Kota ...
(4450 hits) Selengkapnya »

 
Optimized for 1024x768 resolution at:
           
©2012 All Rights Reserved.  •  Design by SMP Negeri 1 Karanganyar