Tanggapan Taiwan Mengenai Larangan Indomie

Rabu, 13 Oktober 2010 (dibaca 4449 kali)

Perwakilan pemerintah Taiwan membenarkan kabar bahwa Indomie untuk sementara waktu belum boleh beredar kembali di pasaran sampai ada hasil pengujian lebih lanjut terkait dengan penemuan bahan pengawet yang terlarang pada produk mi instan asal Indonesia itu. Namun, masalah Indomie itu tidak akan berdampak pada impor dan penjualan makanan-makanan asal Indonesia di Taiwan sejauh memenuhi persyaratan.

Demikian penjelasan Kantor Perwakilan Ekonomi dan Perdagangan Taiwan (TETO) di Jakarta. "Penarikan [produk Indomie] itu dilakukan oleh Badan Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA), yang merupakan bagian dari Kementerian Kesehatan Taiwan," kata Deputi Kepala TETO di Jakarta, Chen Win-ping, dalam penjelasan kepada VIVAnews, Rabu 13 Oktober 2010. 

Menurut Chen pelarangan produk Indomie di pasaran Taiwan tetap berlangsung dan "tergantung pada hasil pengujian produk yang ditarik tersebut."

Namun, Chen menegaskan bahwa produk makanan asal Indonesia yang bermasalah untuk saat ini hanya ditemukan pada produk Indomie dan tidak berdampak ke produk lain. "Ini hanyalah isu tunggal menyangkut Indomie, karena sebagian besar produk Indomie yang beredar di pasar gagal memenuhi standar," kata Chen.    

"Masalah ini tidak akan berdampak pada impor dan penjualan makanan-makanan asal Indonesia lainnya di Taiwan yang memenuhi persyaratan keselamatan," lanjut Chen.

Dia mengungkapkan bahwa pihak Indofood sebagai produsen Indomie telah mengirim utusan ke Taiwan untuk bekerjasama dengan otoritas yang berwenang untuk mengatasi masalah penarikan produk itu. Chen menegaskan bahwa masalah ini semata-mata karena Indomie tidak memenuhi persyaratan standar yang ditetapkan pemerintah Taiwan.

Pada Jumat pekan lalu Taiwan mengumumkan penarikan produk Indomie dari pasaran karena mengandung bahan pengawet terlarang, yaitu methyl p-hydroxybenzoate dan benzoic acid. Di Taiwan, bahan itu hanya boleh digunakan untuk produk kosmetik, bukan makanan seperti mi instan.
Sumber :http://dunia.vivanews.com
Ditemukannya jejak darah babi dalam filter rokok mungkin bisa jadi alasan tepat agar Anda segera menghentikan kebiasaan buruk ini.  Sejak ...
(4398 hits) Selengkapnya »

Jangan remehkan dampak polusi udara. Tak hanya membuat kita sulit bernafas. Partikel dalam zat pencemar udara ternyata bisa meningkatkan risiko ...
(4412 hits) Selengkapnya »

Panasonic Corporation akan memindahkan lokasi pabrik dari Jepang dan Vietnam ke Indonesia.Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita ...
(4425 hits) Selengkapnya »

Calon bayi di rahim mengirimkan sinyal pada ibunya bahwa dia dalam kondisi baik-baik saja. Caranya, dengan mengacungkan jempol. Marie Boswell ...
(4403 hits) Selengkapnya »

Gedung putih mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa tidak ada bukti yang kuat jika makhluk luar angkasa (ET) atau alien pernah ...
(4404 hits) Selengkapnya »

Pada tanggal 11 s.d 15 Oktober 2011 telah dilaksanaan lomba Siswa Cerdas Istimewa (CI) Tingkat Nasional di Hotel Saphir Yogyakarta. Kontingen ...
(4446 hits) Selengkapnya »

SMP Negeri 1 Karanganyar akan mengadakan Olimpiade MIPA dengan Peserta Siswa/Siswi SD/MI/Sederajat Kelas 6 yang pelaksanaannya akan diadakan pada ...
(4447 hits) Selengkapnya »

Daftar kejuaraan yang diikuti oleh SMP Negeri 1 Karanganyar tahun 2010 antara lain : Fajar Kurniansi - Olimpiade Sains Nasional peringkat ...
(4417 hits) Selengkapnya »

Daftar Kejuaraan yang diikuti SMP Negeri 1 Karanganyar baik ditingkat Propinsi maupun Nasional tahun 2009 antara lain : Muhammad ...
(4419 hits) Selengkapnya »

Untuk meningkatkan kemampuan guru dan karyawan dalam bahasa Inggris sekolah senantiasa mengadakan pelatihan bahasa Inggris yang diadakan secara ...
(4419 hits) Selengkapnya »

 
Optimized for 1024x768 resolution at:
           
©2012 All Rights Reserved.  •  Design by SMP Negeri 1 Karanganyar