Rape-aXe, Kondom Maut untuk Pemerkosa

Senin, 21 Juni 2010 (dibaca 4395 kali)

Doktor di Afrika Selatan menemukan kondom khusus perempuan yang dilengkapi gigi-gigi tajam seperti kait. Kondom ini dan menyebarkannya di area Piala Dunia.

Sang penemu, dr Sonnet Ehler sampai harus menjual rumah dan mobilnya untuk mengembangkan kondom perempuan yang disebut Rape-aXe pada 2005. Dalam masa percobaan, kondom ini dilego US$ 2 atau sekitar Rp 19.000 per biji.

Kondom ini adalah senjata tersembunyi perempuan dari pemerkosaan. Pemakaiannya, sama seperti memakai tampon atau pembalut.

Ketika pemerkosa melakukan penetrasi, kondom itu akan menempel, dan gigi-gigi di dalamnya akan mengait alat kelaminnya.

Kondom itu tak mudah dilepaskan, hanya dokter yang bisa melakukannya. Dokter Ehler berharap, ketidakberdayaan pelaku pemerkosaan melepas kondom maut ini, akan memudahkan aparat hukum melakukan penangkapan.

"Rasanya sakit, pemerkosa tidak dapat buang air kecil dan tak bisa berjalan jika kondom itu menempel," kata dia, seperti dimuat laman News.com.au, Senin 21 Juni 2010.

"Jika dipaksa dilepas, kondom itu justru akan menempel makin erat. Namun, bagaimanapun, benda itu tidak akan merusak kulit, tak berbahaya, atau mengandung cairan berbahaya," tambah Ehler.

Penemu kondom ini mengklaim telah berkonsultasi dengan para insinyur, ahlli kandungan, dan psikolog untuk menciptakan desain kondom 'maut' namun tak berbahaya ini.

dr Ehlers berencana untuk mendistribusikan 30.000 kondom ini  di bawah pengawasan selama penyelenggaraan Piala Dunia di Afrika Selatan.

Meski ditawarkan untuk mencegah pemerkosaan, kondom ini dikritik karena tak menawarkan solusi jangka panjang, namun justru membuat korban menjadi rentan mengalami kekerasan lebih berat dari pelaku.

Victoria Kajja, dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan di Uganda, mengatakan kondom justru meningkatkan kerentanan perempuan.

"Itu tidak hanya memberi korban rasa aman palsu, tetapi juga trauma psikologis," katanya.

"Ini juga tidak membantu mengurangi masalah psikologis korban pasca kekerasan seksual."

Laporan Lembaga Penelitian Kesehatan tahun lalu menyebutkan, 28 persen laki-laki yang disurvey mengaku pernah memperkosa perempuan atau remaja perempuan.

Di sebagian besar negara-negara Afrika, tes DNS tidak umum digunakan sebagai bukti untuk menyatakan bahwa seseorang telah bersalah melakukan pemerkosaan.
Sumber :http://dunia.vivanews.com
Pemain LA Galaxy, David Beckham mengakui jika Indonesia memiliki banyak pemain bertalenta, terbukti mereka mampu menyulitkan timnya saat ...
(4388 hits) Selengkapnya »

Kera Siamang ternyata tak banyak berbeda dengan manusia dalam kepandaian mereka berbahasa. Seperti dikutip dari situs DailyMail, kera Siamang ...
(4396 hits) Selengkapnya »

Perdebatan tentang siapa yang lebih baik, Pele atau Diego Maradona, memang seakan tak berujung. Ada yang yakin Pele adalah yang terbaik namun ...
(4397 hits) Selengkapnya »

Setelah menyadari besarnya potensi internet di Indonesia, Google mulai serius masuk ke pasar Indonesia. Lalu strategi apa yang disiapkan Google ...
(4398 hits) Selengkapnya »

Para ilmuwan Kanada berhasil memproduksi sebuah pakaian pintar yang bisa membantu pemakainya mengatasi tekanan psikologis. Prototipe pakaian ini ...
(4392 hits) Selengkapnya »

keberadaan SMP Negeri 1 Karanganyar sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional berusaha untuk selalu menjalin kerjasama baik dibidang ...
(4428 hits) Selengkapnya »

SMP Negeri 1 Karanganyar akan mengadakan Olimpiade MIPA dengan Peserta Siswa/Siswi SD/MI/Sederajat Kelas 6 yang pelaksanaannya akan diadakan pada ...
(4447 hits) Selengkapnya »

The 3rd National Science Olympiad SMP RSBI 2012, dilaksanakan dari tanggal 13 sd 16 Februari 2012 di Solo, diikuti Peserta sejumlah 2.338 ...
(4449 hits) Selengkapnya »

Outdoor Learning SMP Negeri 1 Karanganyar dilaksanakan di Kebun Teh Kemuning Ngargoyoso, Karanganyar Outdoor learning di Kemuning ...
(4495 hits) Selengkapnya »

Untuk meningkatkan kemampuan guru dan karyawan dalam bahasa Inggris sekolah senantiasa mengadakan pelatihan bahasa Inggris yang diadakan secara ...
(4419 hits) Selengkapnya »

 
Optimized for 1024x768 resolution at:
           
©2012 All Rights Reserved.  •  Design by SMP Negeri 1 Karanganyar