Rape-aXe, Kondom Maut untuk Pemerkosa

Senin, 21 Juni 2010 (dibaca 4422 kali)

Doktor di Afrika Selatan menemukan kondom khusus perempuan yang dilengkapi gigi-gigi tajam seperti kait. Kondom ini dan menyebarkannya di area Piala Dunia.

Sang penemu, dr Sonnet Ehler sampai harus menjual rumah dan mobilnya untuk mengembangkan kondom perempuan yang disebut Rape-aXe pada 2005. Dalam masa percobaan, kondom ini dilego US$ 2 atau sekitar Rp 19.000 per biji.

Kondom ini adalah senjata tersembunyi perempuan dari pemerkosaan. Pemakaiannya, sama seperti memakai tampon atau pembalut.

Ketika pemerkosa melakukan penetrasi, kondom itu akan menempel, dan gigi-gigi di dalamnya akan mengait alat kelaminnya.

Kondom itu tak mudah dilepaskan, hanya dokter yang bisa melakukannya. Dokter Ehler berharap, ketidakberdayaan pelaku pemerkosaan melepas kondom maut ini, akan memudahkan aparat hukum melakukan penangkapan.

"Rasanya sakit, pemerkosa tidak dapat buang air kecil dan tak bisa berjalan jika kondom itu menempel," kata dia, seperti dimuat laman News.com.au, Senin 21 Juni 2010.

"Jika dipaksa dilepas, kondom itu justru akan menempel makin erat. Namun, bagaimanapun, benda itu tidak akan merusak kulit, tak berbahaya, atau mengandung cairan berbahaya," tambah Ehler.

Penemu kondom ini mengklaim telah berkonsultasi dengan para insinyur, ahlli kandungan, dan psikolog untuk menciptakan desain kondom 'maut' namun tak berbahaya ini.

dr Ehlers berencana untuk mendistribusikan 30.000 kondom ini  di bawah pengawasan selama penyelenggaraan Piala Dunia di Afrika Selatan.

Meski ditawarkan untuk mencegah pemerkosaan, kondom ini dikritik karena tak menawarkan solusi jangka panjang, namun justru membuat korban menjadi rentan mengalami kekerasan lebih berat dari pelaku.

Victoria Kajja, dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan di Uganda, mengatakan kondom justru meningkatkan kerentanan perempuan.

"Itu tidak hanya memberi korban rasa aman palsu, tetapi juga trauma psikologis," katanya.

"Ini juga tidak membantu mengurangi masalah psikologis korban pasca kekerasan seksual."

Laporan Lembaga Penelitian Kesehatan tahun lalu menyebutkan, 28 persen laki-laki yang disurvey mengaku pernah memperkosa perempuan atau remaja perempuan.

Di sebagian besar negara-negara Afrika, tes DNS tidak umum digunakan sebagai bukti untuk menyatakan bahwa seseorang telah bersalah melakukan pemerkosaan.
Sumber :http://dunia.vivanews.com
Pada 2009 lalu, Badan Angkasa Jepang JAXA mengumumkan ada sebuah lubang di bulan yang bisa disiapkan jadi pangkalan manusia. Kini, Organisasi ...
(4421 hits) Selengkapnya »

Sebagai reptil terbesar di dunia yang belum punah, buaya air asin bisa berenang di laut. Namun, kendati bergerak lamban, buaya jenis ini mampu ...
(4430 hits) Selengkapnya »

Siapa yang tak kenal dengan Roger Federer saat ini? Masih muda, ganteng, namun sudah jadi legenda. Bayangkan, dalam usia belum menginjak 26 tahun, ia ...
(4426 hits) Selengkapnya »

Berkenaan dengan diterapkannya Jadwal Pelajaran yang baru di SMP Negeri 1 Karanganyar, berikut kami sampaikan Kode Guru Mata Pelajaran yang baru ...
(4417 hits) Selengkapnya »

...
(4423 hits) Selengkapnya »

Kegiatan setelah KBM selesai SMP Negeri 1 Karanganyar Mengisi dengan kegiatan Pelatihan komputer untuk Guru dan Karyawan. Kegiatan ini dapat ...
(4524 hits) Selengkapnya »

Olimpiade MIPA SD/MI Se-Kabupaten Karanganyar diselenggarakan tanggal 24 Maret 2012 di SMP Negeri 1 Karanganyar. Jumlah Pendaftar keseluruhan 750 ...
(4449 hits) Selengkapnya »

SMP Negeri 1 Karanganyar mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan yang diikuti oleh siswa-siswi yang termasuk dalam pengurus dan anggota ...
(4479 hits) Selengkapnya »

Monitoring dan Evaluasi RSBI dari Direktorat Jendral Pendidikan Jakarta yang berlangsung pada tanggal 8 Desember 2011. Dalam gambar para ...
(4444 hits) Selengkapnya »

SMP Negeri 1 Karanganyar akan mengadakan Olimpiade MIPA dengan Peserta Siswa/Siswi SD/MI/Sederajat Kelas 6 yang pelaksanaannya akan diadakan pada ...
(4512 hits) Selengkapnya »

 
Optimized for 1024x768 resolution at:
           
©2012 All Rights Reserved.  •  Design by SMP Negeri 1 Karanganyar